Sign in / Join

Review Film: “The Boy and the Heron” – Telusuri Keajaiban Dunia Ghibli

The Boy and the Heron

“The Boy and the Heron” merupakan judul terbaru dari sutradara Hayao Miyazaki yang mencatat sejarah sebagai film anime pertama dalam sejarah yang menduduki peringkat teratas di tangga box office Amerika dengan pendapatan mencapai $12.8 juta pada pembukaan perdana film-nya. Film ini juga berhasil meraih piala Oscar untuk Film Animasi Terbaik di acara Academy Awards 2024.

Sinopsis The Boy and the Heron

“The Boy and the Heron” mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Mahito Maki pada masa Perang Pasifik yang pindah ke pedesaan setelah kematian ibunya. Di sana, ia menemukan sebuah menara terbengkalai di dekat rumah barunya dan setelah memasuki menara tersebut ia pun memasuki dunia fantastis dengan seekor burung heron abu-abu yang bisa berbicara.

Review The Boy and the Heron

Film ini merupakan karya ke-12 Miyazaki yang diwarnai oleh kekuatan cinta, keajaiban, keindahan, dan kesedihan yang khas. “The Boy and the Heron” mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki muda, Mahito, yang setelah kehilangan ibunya, melarikan diri dari Tokyo tahun 1940-an ke sebuah properti di pedesaan. Di sana, ia berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya bersama ayahnya, ibu tirinya yang baru (adik perempuan ibunya), dan beberapa wanita tua.

Saat Mahito berusaha untuk mengatasi trauma dan duka cita, ia bertemu dengan seekor heron yang bisa berbicara yang membawanya ke menara terbengkalai, berjanji bahwa ia akan menemukan ibunya di dalamnya. Dari titik ini, film ini berbalik arah menjadi film petualanagan di dunia yang fantastis, yang menunjukkan kepada kita dunia yang abadi penuh dengan burung parkit jahat dan makhluk-makhluk lucu bernama Warawara.

Teknik animasi tradisional yang indah, disebut “cel animation,” yang merupakan ciri khas dari Studio Ghibli digunakan dengan penuh di sini. Setiap frame membangkitkan emosi, menemukan keseimbangan yang sempurna antara keindahan dan kekerasan, keajaiban dan kenyataan yang keras. Lagu film ini ditulis dan di aransemen oleh Joe Hisaishi. Sebagian besar lagu di film ini menampilkan melodi piano yang indah dalam kesederhanaannya, memungkinkan kamu untuk fokus pada visual yang memukau dan alur cerita yang menarik.

Namun, untuk benar-benar memahami film ini, penting untuk mempertimbangkan judul asli film ini. Meskipun versi bahasa Inggris dari film ini telah dirilis sebagai “The Boy and the Heron”, rilis Jepangnya terbaik diterjemahkan sebagai “How Do You Live?”, — merujuk pada sebuah novel tahun 1937 karya Genzaburo Yoshino. Novel ini berkisah tentang seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Koperu saat ia belajar tentang pertumbuhan, duka, dan pengalaman manusia. Novel ini muncul dalam film sebagai hadiah untuk Mahito dari ibunya yang telah meninggal dan menginspirasinya untuk memulai perjalanannya dengan heron.

“The Boy and the Heron” bukan hanya sebuah cerita tentang tumbuh dewasa. Lebih dari itu, film ini merupakan ajakan bagi kamu untuk merasakan hidup sepenuhnya. Film ini mengajukan pertanyaan:

Inilah bagaimana Mahito hidup — bagaimana denganmu? Bagaimana kamu menjalani hidupmu?

Miyazaki sekali lagi mengguncang dunia animasi dengan karyanya yang mengesankan ini, menyelipkan pesan yang dalam di balik keindahan visualnya yang memukau. “The Boy and the Heron” adalah perjalanan emosional yang tidak boleh dilewatkan bagi para penggemar Studio Ghibli dan pecinta film animasi pada umumnya.

Nilai Film The Boy and The Heron

Atas berbagai pertimbangan tersebut kami beri nilai film ini: 9/10

https://youtu.be/vamTInXUxeg

Baca juga: Daftar Film Anime Yang Tayang DI Bioskop Indonesia Tahun 2024

Leave a reply